Penulis:
Sarah Yuliana, S.Hut., M.App.Sc.
Raden Sutiadi
Andri Irawan
Yulizar Ihrami Rahmila, S.Hut., M.Ling.
Nardy Noerman Najib, S.Hut., M.Ling.
Mira Yulianti, S.Hut., M.Sc.
Krisma Lekitoo, S.Hut., M.Sc.
Novita Panambe, S.Hut., M.Sc.
Resti Ura', S.Hut., M.Hut.
Imawan Wahyu Hidayat, M.Si.
Zaenal Mutaqien, S.Si., M.Sc.
Susana Yuni Indriyanti, S.Hut., M.Hut.
Setyawan Agung Danarto, S.P.
Ali Setyayudi, S.Hut., M.Sc.
Editor:
- Rintho R. Rerung
ISBN: 978-623-512-853-5
Terbit: 5 January 2026
Ukuran: A5 Unesco (15,5 x 23 cm)
Stok: 0 Eksemplar
Berat: 0 Kg
Versi Cetak: Tersedia
Versi Digital: Tersedia
Kekayaan alam Papua Barat yang mencakup spektrum ekosistem yang luas, mulai dari ekosistem marin mencakup terumbu karang dan lamun, ekosistem semi terestrial berupa mangrove, ekosistem dataran rendah berupa pantai, karst, kerangas, dipterokarpa, ultrabasa dan aluvial dan hutan tropis, hingga ekosistem pegunungan tinggi. Tipe ekosistem beragam ini memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya yang tak ternilai dan wajib dijaga kelestariannya. Keragaman hayati di kawasan ini sangat tinggi pula, menjadi habitat vital bagi spesies-spesies endemik endemik, seperti berbagai spesies cenderawasih, kuskus pohon, dan kanguru pohon. Meskipun demikian, keberlanjutan ekosistem unik ini menghadapi tantangan serius, terutama dari intervensi modern yang aktivitasnya berpotensi merusak melampaui batas kemampuan alam untuk pulih. Mengantisipasi ancaman ini, strategi konservasi harus dilaksanakan secara terpadu, melibatkan peran aktif pemerintah, masyarakat lokal, dan berbagai pemangku kepentingan, yang tujuannya adalah menjaga agar keseimbangan alam tetap terjaga sambil meningkatkan kesejahteraan komunitas. Penyelamatan keanekaragaman hayati ini sangat terbantu oleh adanya kearifan lokal, di mana masyarakat adat Papua Barat menjunjung tinggi hutan sebagai "Ibu" dan mempraktikkan aturan adat yang ketat dalam pemanfaatan sumber daya alam. Dukungan pemerintah daerah juga terlihat kuat melalui komitmen untuk menjaga 70% tutupan hutan, menindak perusahaan sawit yang bermasalah, dan memberikan otoritas pengelolaan kawasan hutan kepada masyarakat adat. Upaya kolektif ini, ditambah dengan fungsi efektif dari kawasan perlindungan seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Cagar Alam Pegunungan Arfak, menjamin bahwa warisan alam Papua Barat yang berharga dapat dipertahankan bagi generasi mendatang.