Selamat Datang di Toko Buku Media Sains Indonesia

Kembali Ke Halaman Pencarian

MANAJEMEN STRATEGIK BERKELANJUTAN

ISBN: 978-634-310-084-3

Terbit: 30 July 2026

Ukuran: A5 Unesco (15,5 x 23 cm)

Stok: 0 Eksemplar

Berat: 0 Kg

Versi Cetak: Tersedia

Versi Digital: Tersedia

Deskripsi:

Pendahuluan dan Orientasi Paradigmatik
Naskah buku ajar berjudul "Manajemen Strategik Berkelanjutan" yang disusun oleh Ahmad Badawi Saluy, Novawiguna Kemalasari, dan Debi Jannati Gustiwi, menawarkan telaah diskursif terhadap evolusi ilmu manajemen strategis. Literatur ini secara tegas mengartikulasikan pergeseran fundamental dari lanskap bisnis yang berpusat pada maksimalisasi laba (profit-centric) menuju model bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem (sustainability-centric).
Transformasi ini dilandasi oleh konseptualisasi Triple Bottom Line (TBL), yang menuntut adanya ekuilibrium dalam penciptaan nilai Ekonomi (Profit), Lingkungan (Planet), dan Sosial (People). Dalam paradigma baru ini, integrasi keberlanjutan tidak lagi diklasifikasikan sebagai beban biaya operasional (cost center), melainkan sebagai variabel penggerak inovasi, efisiensi sumber daya, dan keunggulan kompetitif jangka panjang yang berdaya lenting (resilien).

Tinjauan Substansi Secara Holistik
Karya akademis ini secara komprehensif membedah arsitektur organisasi masa depan melalui berbagai instrumen strategis. Beberapa domain utama yang dianalisis meliputi:

  • Analisis Lingkungan Eksternal: Organisasi dituntut untuk memetakan disrupsi melalui kerangka PESTEL dan indikator Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mengantisipasi pergeseran regulasi hijau serta ekspektasi pemangku kepentingan.
  • Inovasi dan Operasi Sirkular: Naskah ini mengelaborasi adopsi model ekonomi sirkular, desain produk ramah lingkungan, serta manajemen rantai pasok hijau (green supply chain).
  • Tata Kelola dan Valuasi Kinerja: Penekanan krusial diberikan pada implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko iklim, dan sistem pengukuran performa holistik yang melampaui metrik finansial tradisional, seperti penggunaan instrumen Balanced Scorecard Berkelanjutan.

  • Tinjauan Kritis Perspektif Ekonomi Sumber Daya Manusia (ESDM)
    Sebagai peneliti ekonomi tenaga kerja dan sumber daya manusia, atensi sentral dari naskah ini terletak pada bagaimana modal manusia (human capital) diposisikan sebagai katalisator utama keberlanjutan. Buku ini mendedikasikan pembahasan spesifik pada "Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan" dan "Kepemimpinan Strategik", dengan formulasi teoretis sebagai berikut:
  • Redefinisi Peran dan Kapabilitas Manajerial: Terjadi transformasi peran manajer, dari yang sebelumnya bertindak sebagai sekadar analis alokasi modal menjadi "integrator, visioner, dan diplomat". Manajer dituntut memiliki kecerdasan multidisiplin guna memitigasi asimetri antara tuntutan efisiensi operasional jangka pendek dan investasi strategis yang berdampak panjang pada masyarakat.
  • Kepemimpinan Transformasional dan Suksesi Talenta: Menghadapi turbulensi pasar, gaya kepemimpinan harus bergeser dari model transaksional menuju transformasional. Organisasi harus mengamankan suksesi masa depan melalui pembangunan leadership pipeline. Calon-calon pemimpin dievaluasi tidak hanya berdasarkan metrik profitabilitas, melainkan dari kapasitas mereka dalam memimpin secara etis serta mengakomodasi kompetensi ESG. Melalui pendekatan ini, motivasi tenaga kerja dikonversi dari sekadar kepatuhan regulatif (ekstrinsik) menjadi keterikatan moral yang tulen (intrinsik).
  • Konstruksi Kepemilikan Psikologis (Employee Ownership): Intervensi SDM yang paling fundamental adalah penciptaan iklim di mana tenaga kerja menginternalisasi tujuan korporasi sebagai milik kolektif. Tingkat keterlibatan (engagement) tertinggi ini direalisasikan dengan menginkorporasikan aspirasi pekerja ke dalam proses perumusan strategi, guna mencetak lingkungan kerja yang inklusif, berkeadilan, dan menjamin keberlanjutan modal sosial perusahaan.

  • Konklusi Akademis
    Secara konseptual, naskah ini mengafirmasi postulat ekonomi kelembagaan kontemporer: penciptaan nilai jangka panjang merupakan produk turunan dari sinergi antara tata kelola institusional yang inklusif dan optimalisasi kualitas modal manusia. Literatur ini menjadi rujukan teoretis maupun praksis yang sangat relevan bagi perumus kebijakan ketenagakerjaan, praktisi manajemen, serta akademisi dalam merekayasa ulang arsitektur korporasi yang tidak sekadar mapan secara komersial, tetapi juga beretika, adaptif, dan berwawasan ekologis.