Selamat Datang di Toko Buku Media Sains Indonesia

Kembali Ke Halaman Pencarian

CEKAMAN ABIOTIK: Strategi Pemuliaan Tanaman Toleran Cekaman Abiotik

ISBN: 978-623-512-876-4

Terbit: 22 January 2026

Ukuran: A5 Unesco (15,5 x 23 cm)

Stok: 0 Eksemplar

Berat: 0 Kg

Versi Cetak: Tersedia

Versi Digital: Tersedia

Deskripsi:

Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas cekaman abiotik seperti kekeringan, suhu tinggi, salinitas, tanah masam, dan toksisitas logam berat yang secara signifikan menurunkan produktivitas pertanian. Kondisi ini menuntut pendekatan pemuliaan tanaman yang tidak hanya adaptif, tetapi juga cepat, presisi, dan berkelanjutan. Buku ini disusun untuk menjawab tantangan tersebut melalui pemaparan komprehensif mengenai strategi percepatan pemuliaan tanaman toleran cekaman abiotik, dengan penekanan pada konteks pertanian tropis dan kondisi agroekologi Indonesia. Bab awal mengulas keterkaitan antara perubahan iklim ekstrem, degradasi lingkungan, dan ancaman ketahanan pangan global. Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada konsep dasar dan jenis-jenis cekaman abiotik serta respons fisiologis tanaman terhadap kondisi stres, termasuk dampak interaksi genotipe × lingkungan yang sering kali menentukan keberhasilan seleksi varietas unggul. Buku ini kemudian menguraikan perkembangan pendekatan pemuliaan tanaman dari metode klasik menuju integrasi teknologi molekuler dan digital. Berbagai strategi pemuliaan, mulai dari seleksi konvensional, marker-assisted selection (MAS) dan marker-assisted backcrossing (MABC), pemetaan quantitative trait loci (QTL), hingga genomic selection (GS), dibahas secara sistematis dengan menyoroti prinsip kerja, keunggulan, keterbatasan, serta relevansi penerapannya pada sifat toleransi cekaman abiotik yang bersifat kompleks. Integrasi speed breeding, high-throughput phenotyping, big data, dan kecerdasan buatan dipaparkan sebagai fondasi penting dalam mempercepat kemajuan genetik tanpa mengorbankan akurasi seleksi. Bab-bab lanjutan menyajikan contoh empiris dan studi kasus toleransi cekaman abiotik, termasuk peran regulasi hormon dan gen-gen kunci dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap suhu tinggi, kekeringan, dan permasalahan tanah. Adapun pada bagian akhir, buku ini membahas metode skrining dan pengamatan fenotipe secara praktis dan aplikatif, mulai dari skrining cepat di laboratorium, pengujian di rumah kaca, hingga validasi di lapangan, dengan menekankan pentingnya standarisasi dan replikasi data. Buku ini diharapkan menjadi referensi ilmiah dan praktis bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi pemuliaan tanaman dalam merancang dan mengimplementasikan program pemuliaan tanaman toleran cekaman abiotik yang efektif dan berkelanjutan.