Selamat Datang di Toko Buku Media Sains Indonesia

Kembali Ke Halaman Pencarian

SEBELUM MENEKAN KIRIM Menjadi Warganet yang Cerdas, Beradab, Aktif, dan Bertanggung Jawab

ISBN: 978-634-310-154-3

Terbit: 16 October 2026

Ukuran: A5 Unesco (15,5 x 23 cm)

Stok: 0 Eksemplar

Berat: 0 Kg

Versi Cetak: Tersedia

Versi Digital: Tersedia

Deskripsi:

Satu klik dapat menyebarkan pengetahuan, menguatkan solidaritas, atau meninggalkan luka yang panjang. Di tengah derasnya arus informasi, bagaimana kita menjaga kemanusiaan ketika berinteraksi melalui layar? Sebelum Menekan Kirim: Menjadi Warganet yang Cerdas, Beradab, Aktif, dan Bertanggung Jawab mengajak pembaca memahami ruang digital sebagai tempat hidup bersama yang menuntut kesadaran, empati, dan tanggung jawab. Berangkat dari penelitian Erwin Susanto, buku ini menyajikan pembahasan kewarganegaraan digital melalui bahasa yang komunikatif, contoh keseharian, serta pertanyaan reflektif yang dekat dengan pengalaman pembaca. Pembaca diajak mengenali penyebab hilangnya kendali di dunia maya, menelaah hoaks, perundungan, ujaran kebencian, penipuan, serta pelanggaran privasi. Tiga prinsip utama, yaitu menghormati, mendidik, dan melindungi, diterjemahkan menjadi tujuh kebiasaan untuk membangun keadaban digital: tanggung jawab, kedisiplinan, integritas, patriotisme, toleransi, kesabaran dan konsistensi, serta empati. Melalui gagasan warga negara komprehensif, buku ini mengajak setiap orang terlibat aktif memperbaiki ruang digital, mulai dari mengoreksi informasi keliru, mendukung korban perundungan, hingga membangun dialog yang menghargai perbedaan. Peran keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, perusahaan teknologi, dan pemerintah turut dibahas sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, termasuk dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan. Ditujukan bagi pendidik, mahasiswa, orang tua, pengelola komunitas, dan seluruh pengguna internet, buku ini menawarkan bekal untuk membangun kebiasaan digital yang lebih bijaksana. Sebelum menekan kirim, selalu ada kesempatan untuk memeriksa kebenaran, mempertimbangkan akibat, dan memilih tindakan yang menjaga martabat manusia di balik setiap akun.