Penulis:
Dr. Drs. Roedy Silitonga, M.A., M.Th.
Dr. Rosma Indriana Purba, S.Kom., M.Pd., M.Ed.
Bernard Napitupulu, S.Pd., B.C.E., M.Pd.
Lius Jayasaputra, M.Pd.
Triyono, M.Div.
Jaka Winarta, M.Div.
Andre Saputra Julianto, S.Pd.
Dra. Sovia Nainggolan, M.Pd.
Heri Prasetya, S.Pd.
Siti Limaria Silaban, S.PAK.
Iria Kharisma Joseph Christiawanto, S.T.
Tiyas Wulandari, S.Psi.
Cornelius Wiwit, S.Pd.
Lusiana Sele, S.Pd.
Elisabeth, S.Pd.
ISBN: 978-634-310-121-5
Terbit: 27 September 2026
Ukuran: A5 Unesco (15,5 x 23 cm)
Stok: 0 Eksemplar
Berat: 0 Kg
Versi Cetak: Tersedia
Versi Digital: Tersedia
Integrasi Iman dan Ilmu dalam Kurikulum Sekolah Kristen: Pendekatan Teologis-Reformatif untuk Jenjang TK, SD, SMP, dan SMA membahas bagaimana iman Kristen dan ilmu pengetahuan dapat dipahami serta dikembangkan secara terpadu dalam seluruh proses pendidikan. Berlandaskan perspektif teologi Reformed, buku ini bertolak dari keyakinan bahwa seluruh kebenaran berasal dari Allah sehingga kehidupan akademik tidak seharusnya dipisahkan dari kehidupan iman. Pendidikan Kristen karena itu tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan manusia secara utuh yang mengenal Allah, memahami dirinya sebagai gambar-rupa Allah, hidup dalam hikmat dan integritas, serta menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab. Arah tersebut sejalan dengan sinopsis yang menekankan kesatuan iman dan ilmu, pembentukan manusia seutuhnya, dan panggilan manusia sebagai gambar-rupa Allah. Sebagai kerangka teologis, buku ini menggunakan Creation–Fall–Redemption–Renewal (CFRR) untuk membantu siswa memahami dunia, manusia, ilmu pengetahuan, budaya, dan kehidupan dalam terang narasi besar Alkitab. Kerangka ini tidak digunakan sebagai formula yang ditempelkan secara mekanis pada setiap mata pelajaran, tetapi sebagai cara membaca realitas: mengenali kebaikan ciptaan, memahami kerusakan akibat dosa, melihat karya pemulihan Kristus, dan meresponsnya melalui kehidupan yang bertanggung jawab. memang menempatkan CFRR sebagai landasan konseptual untuk memahami realitas, ilmu, budaya, dan kehidupan. Pembahasan dikembangkan secara bertahap dari jenjang Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. Pada jenjang awal, integrasi diwujudkan melalui pengalaman konkret mengenai identitas, kasih, kreativitas, relasi, dan pemeliharaan ciptaan. Pada jenjang berikutnya, siswa semakin diarahkan untuk menghubungkan pengetahuan dengan integritas, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, teknologi, keberlanjutan, keadilan, serta panggilan hidup. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa integrasi iman dan ilmu perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan tidak dapat diterapkan dengan pola yang sama pada semua jenjang. Buku ini juga menegaskan pentingnya peran guru, kurikulum, strategi pembelajaran, evaluasi, relasi, dan budaya sekolah dalam membangun pendidikan yang benar-benar integratif. Integrasi tidak cukup diwujudkan melalui penambahan doa, ayat Alkitab, atau istilah teologis dalam bahan ajar. Integrasi menjadi nyata ketika siswa dibimbing untuk bertanya bukan hanya tentang apa yang dapat diketahui, tetapi juga tentang makna, tujuan, penggunaan, dan tanggung jawab yang menyertai pengetahuan tersebut. Melalui pendekatan ini, pendidikan Kristen diharapkan membentuk generasi yang berkembang secara akademik sekaligus memiliki hikmat, integritas, karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral. Pengetahuan diarahkan bukan hanya untuk keberhasilan pribadi, tetapi juga untuk melayani sesama, memelihara ciptaan, menghadirkan kasih dan keadilan, serta mengambil bagian dalam kehidupan yang membawa damai sejahtera. Pokok ini mempertahankan tujuan penutup sinopsis asli, yaitu terbentuknya generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki hikmat, integritas, tanggung jawab moral, dan kesadaran mengambil bagian dalam pemulihan kehidupan.