Penulis:
Resti Ura', S.Hut., M.Hut.
Purwanto, S.Hut., M.Si.
Nuralamin, S.Hut., M.Eng.
Dewi Handayani, M.Sc.
Fatahul Azwar
Ir. Bastoni, M.Si.
Hengki Siahaan, S.Hut., M. Si.
Dr. Nur Wakhid, S.TP., M.Sc.
Bambang Tejo Premono, S.Hut., M.Si.
Dr. Siti Sundari, M.Si.
Dwi Puji Lestari, M.Sc.
Dr. Taryono Darusman
Dr. Made Hesti Lestari Tata, S.Si., M.Si.
ISBN: 978-634-310-120-8
Terbit: 10 September 2026
Ukuran: A5 Unesco (15,5 x 23 cm)
Stok: 0 Eksemplar
Berat: 0 Kg
Versi Cetak: Tersedia
Versi Digital: Tersedia
Revegetasi Hutan: Solusi Berbasis Alam untuk Pemulihan Ekosistem Gambut merupakan buku referensi yang mengajak pembaca untuk memahami revegetasi bukan sekadar penanaman pohon di lahan terdegradasi, tetapi juga dalam hal pemulihan proses ekologi, hidrologi, dan sosial-ekonomi dari ekosistem gambut. Ekosistem gambut penting untuk penyimpanan karbon, pengelolaan air, habitat keanekaragaman hayati, serta ruang hidup dan mata pencaharian masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pembukaan lahan, drainase, kebakaran, dan perubahan penggunaan lahan telah menyebabkan degradasi fungsi-fungsi ini yang mengancam keberlanjutan fungsi-fungsi tersebut. Buku ini menjelaskan prinsip dan praktik revegetasi secara rinci dari sudut pandang ekosistem gambut dan pengelolaannya menggunakan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Buku ini juga membahas spesies mana yang sesuai untuk kondisi biofisik dan hidrologi, teknis pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan revegetasi. Spesies lokal yang beradaptasi baik untuk kondisi lahan gambut basah dan dibasahkan kembali direkomendasikan sebagai dasar pemulihan ekosistem.
Selain itu, buku ini menunjukkan bahwa revegetasi hutan menawarkan lebih dari sekadar pemulihan tutupan vegetasii. Revegetasi hutan berkontribusi terhadap penyerapan karbon, peningkatan iklim mikro, pengurangan risiko kebakaran, pemulihan habitat dan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan hidrologi gambut. Integrasi revegetasi dengan pembasahan kembali, paludikultur, agroforestri, dan produk hutan non-kayu membuka peluang untuk sistem pemanfaatan gambut yang produktif tanpa mengorbankan fungsi ekologisnya.
Aspek sosial-ekonomi dan kelembagaan juga mendapat perhatian penting. Sebagai bagian dari rencana revitalisasi ekonomi masyarakat, revegetasi hutan menawarkan peluang melalui pengembangan pangan berkelanjutan, pemanfaatan komoditas lokal, bioekonomi, ekowisata, dan berbagai produk hutan non-kayu. Jadi, pemulihan ekosistem bukan hanya tentang teknologi tetapi juga tentang memperkuat hak dan peran masyarakat, peningkatan kapasitas dan penelitian adaptif serta dukungan kebijakan dan keuangan jangka panjang. Pada akhirnya, revegetasi hutan adalah solusi berbasis alam yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, teknologi, kearifan lokal, dan kepentingan masyarakat. Pemulihan gambut harus menjadi pergeseran dari ekstraktif ke restoratif, dan dari keberlanjutan jangka pendek ke jangka panjang. Revegetasi tidak hanya akan membantu memulihkan hutan rawa gambut yang rusak agar tahan terhadap perubahan iklim tetapi juga akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.